[Nekad Blusukan] Sam Tung Uk: Hong Kong Tempo Doeloe
"Sam Tung Uk Museum, komplek perumahan tempo doeloe ala Hong Kong ini merupakan salah satu situs sejarah peninggalan masa lampau yang menggambarkan kehidupan masyarakat Hong Kong, khususnya masyarakat klan Hakka (marga Chan) yang berasal dari propinsi Guang Dong, China. ," lanjutnya.
[Nekad Blusukan] Lei Yue Mun, Eksotisme Wisata Kampung Nelayan
Orang bilang: foto-foto cantik itu biasa, foto-foto ekstrem itu barulah luar biasa.
[Nekad Blusukan] Sheung Wan: Pusat Graffiti di Hong Kong
Tai Ping Shan merupakan daerah Sheung Wan bagian atas. Area ini terkenal sebagai tujuan pecinta seni dengan aneka galeri serta barang-barang antiknya. Sehingga tak salah jika Sheung Wan menjadi salah satu pusat grafiti di Hong Kong.
[Nekad Blusukan] Plesir ke Pacitan
Pantai Teleng Ria berada di teluk Pacitan. Ini adalah salah satu pantai yang menjadi jargon tanah kelahiran presiden SBY. Tanah berumput hijau terhampar luas sebelum mencapai bibir pantai. Bunga bakung ungu menyembul di antara rerumputan itu. Ada juga segerombol pohon cemara jarum dan tunas kelapa yang mesih rendah. Wow, indah bukan buatan.
[Nekad Blusukan] Hong Kong Rasa Kanada
Sweet gum bukanlah mapel. Bentuk daunnya ada yang menjari 3, 4 dan 5. Ukurannya pun berbeda sesuai dengan musim di mana pada musim semi, daunnya lebih lebar.
2015-02-07
[Curcol] Ternyata Ada Udang di Balik Batu
2015-01-31
[Nekad Blusukan] Hong Kong Rasa Kanada
***
[Risna Okvitasari]
| MTR Bus nomor K66 |
| Di dalam bus, dek atas |
| Narsis bareng |
| Medannya ringan |
| Ada BBQ site juga |
| Penanda jalan ada di mana-mana |
| Arena Permainan |
| Daun Sweet Gum menjari 4 dan 5 |
| Daun Sweet Gum menjari 3 |
| Coba hitung, ini menjari berapa? |
| Sign ada di mana-mana |
| Team UTHK |
2015-01-24
[Curcol] Stylish, Gembritis Nan Burjois
Ah kawan, meski hidup kita di Hong Kong ini ‘hanya’ sebagai kawulo alit, namun kita tidak memungkiri bahwasanya Hong Kong memberi sumber hidup dengan gaji alias penghasilan kita tiap bulan. Hong Kong juga mengajarkan kita bagaimana kerasnya perjuangan dalam persaingan hidup. Terlebih era teknologi informasi melesat cepat.
Info yang dibalut dengan berbagai kemudahan, kecepatan, efisiensi dan ruang tanpa batas di belahan bumi manapun bisa kita akses saat ini, detik ini juga, hanya dengan bantuan ‘sinyal’ satelit yang melayang-layang di angkasa sana. Dan … gaya hidup konsumtif nan hedonis adalah serangkaian efek negatif dari kemajuan jaman lantaran keakurasian informasi tidaklah bisa dipertanggung jawabkan. Oleh karenanya, hanya kita sendiri yang mampu membentengi diri dari pengaruh yang jelek-jelek itu dengan menambah kemampuan menyaring/filter terhadap informasi yang kita dapat.
Hedonis memang dekat dengan kebebasan tanpa batas, hura-hura dan semau gue. Salah satu cara menunjukkan prestis sebagai bentuk pengkultusan gaya hidup hedon ini adalah dengan menunjukkan dengan kasat mata dengan pencitraan diri bak model yang memamerkan kostum yang up to date dan stylish.
Agar dipandang memiliki derajad satu tingkat lebih tinggi di antara teman-temannya, kawan kita yang ngantor di Kowloon ini pun ikut-ikutan bermimikri kemudian mbungloni lalu nlusungi. Setelah menyelesaikan ‘hutang’ 7 bulan kepada agency, gadis desa yang hitam manis ini bermetamorfosis menjadi sosok geulis nan stylish.
Rok mini super seksi adalah salah satu kostum terkaporitnya (maksudnya: terfavoritnya). Meski begitu, kaki-kaki jenjangnya memang mendukung dengan kecenderungan gaya busananya. Tidak ada tato bekas knalpot atau tato korengan ‘satus… seket… slawe… gober’ yang tergambar di betis indahnya yang mulus. Terlebih, olahraga ekstrem yang sering dia tirukan dari chanel yucup adalah olahraga squad.
Lalu, jangan lupa perhatikan aksen berikut mimik wajahnya ketika mengucapkan lafal bahasa Inggris. Ia akan mengingatkan kita pada aksen bule Eropah. Aksen Inggrisnya memang bagus. Emang sih, dulu ia sempat bermimpi mengembara di benuanya ‘Koala’ sambil angon kanguru dan memanen buah kiwi di Ostrali. Padahal Ostrali dan Eropah mah jauh kalesss. E tapi … gak papa dong, yang namanya penampilan harus selalu stylish. Namun saya hanya ingin memeringatkan, Anda jangan sekali-kali terbelalak apalagi ngakak manakala mengobok-ngobok isi tas liburnya.
Setelah banyaknya kata –is di atas, ada satu –is lagi yang ingin penulis tambahkan. Burjois, bukan borjuis. Borjuis adalah gambaran sosok yang kaya raya alias sugih mblegadhu yang harta karunnya tidak habis dimakan anak cucu hingga generasi ke-7. Dan bila kita temui di jaman Gadget ini seorang borjuis yang tidak lagi kayah rayah, mungkin saja si borjuis tadi adalah generasi ke delapan _ hartanya sudah dihabiskan 7 generasi sebelumnya . Lalu, apakah burjois itu?
Burjois itu adalah penganut aliran pecinta burjo alias bubur kacang ijo. Dan Minggu itu ia mengelurkan jimat berupa satu rantang penuh berisi burjo dari dalam tasnya, tas seorang gadis manis yang stylish dan gembritis. Aduh mama sayangeee, beta mana tahannnn.
Dasar cewek Burjois!
Sinna Hermanto/ Apakabarplus edisi awal Desember 2014
2015-01-16
[Curcol] Gara-gara 'Ada-Ada Aja'
Edisi kedua di bulan November kemarin giliran tulisan saya nebeng di sana yang berkisah tentang cara ekstrem saya mengatasi baterai HP yang sudah sowak dengan memasukkan baterai ke dalam freezer. Nah, Sabtu itu saya antar les anak asuh lalu mampir ke sebuah bank remmitance untuk mengambil dua eksemplar Apakabarplus. Selain untuk saya sendiri, saya sengaja mengambilkannya untuk teman yang juga sama-sama nunggu les.
Sampai di rubrik 'Ada-ada Saja', teman saya yang semula tidak bersuara tiba-tiba nyeletuk.
"Eh, beneran nih kisah nyata?" ujarnya sambil menunjukkan tulisan dengan ilustrasi smartphone layar ndulit.
"Ya iyalah," jawab saya cepat karena masih ingat kronologi dan isi tulisan itu saat melihat nama penulis di akhir cerita. Si teman tidak tahu bahwa penulis aslinya ada di depan hidungnya.
Ia langsung bercerita bahwa HP Samsulnya juga sering low-bat. Makanya, ia merasa senasib dengan kisah tersebut. Lalu ia merogoh sesuatu dari tasnya. Ia keluarkan HP sebesar telapak tangan, bentuknya slim casingnya berwana ungu berikut power bank dengan kabel warna putih yang menjulur-julur.
Ia ingin mencoba mengatasi baterai HPnya yang drop/ lowbat dengan memasukkannya ke dalam freezer. Masalahnya adalah batereinya itu menyatu dengan bodi HP. Lain dong dengan HP saya yang bisa dibongar pasang alias bodi dan baterai dalam kondisi terpisah. Ada sedikit kesedihan terlukis dari lengkung bibirnya. Namun, itu tak lama karena ia segera tersenyum dan berkata:
"Kalo baterainya nggak bisa dicopot, HPku aja yang aku masukin freezer."
Gubrakkk. Nekad bener tekad nih anak, batin saya. Tiba-tiba saya ingin nyekoki dia dengan ramuan daun singkong muda dimasak santan. Dan hingga tulisan ini dikirim, masih belum ada kelanjutan nasib HP ungu milik teman saya.
Sinna Hermanto/ Tabloid ApakabarPlus edisi awal Januari 2015
2015-01-12
[Curcol] HP Nokinoki di dalam Ular Besi
2014-12-24
[Sekitar] Bantu Sesama dengan Donor Darah
2014-12-21
[Curcol] Kasihan, Itu Anjing Yatim Piatu
Andilau, antara dilema dan galau. Itulah yang memenuhi perasaan sabahat seperjuangan kita satu ini. Sebut saja dia Ami, sebagaimana lopan memanggilnya. Dia telah 10 kali lebaran 10 kali puasa di Hong Kong tak pulang-pulang (eh, kebalik ya, seharusnya puasa dulu baru lebaran). Dia yang memiliki perawakan bongsor alias XXXL tapi tidak selaras dengan nyalinya yang kecil nan ciut alias XXXS.
Pangkal masalahnya adalah; anjing. Secara gitu loh, terlahir sebagai muslimah dan tumbuh berkembang di lingkungan islam di kampung Indonesianya di Cilacap sana, Ami tak pernah bersentuhan dengan anjing. Maka ketika lopan yang dulu tak punya hewan peliharaan dan sekarang berencana memelihara anjing, dia sudah kalang kabut duluan. Bahkan dia mengancam break kontrak segala_meski mengancamnya dalam hati. Tapi, setelah dipikir-pikir, dia lebih berat dengan majikannya karena mereka baik dan dengan porsi kerja yang masih bisa ditolerir. Namun, sisi hatinya yang lain berbisik; apa jadinya jika di rumah itu akan segera ada binatang kaki empat berbulu... eh berambut pirang layaknya bule 'Eropah'. Duh... duh... benar-benar bikin galau tingkat Jayawijaya.
Berbagai pertimbangan dia ambil dengan berdiskusi bersama bolo nggedusbusnya, woro-woro di FB, cicit cuit di twitternya, hingga berkonsultasi dengan ustadz yang dia temui ketika datang ke pengajian. Beberapa teman menyarankan untuk mencari majikan baru, lalu teman yang lain memintanya bertahan hingga finis kontrak barulah mencari majikan baru. Sedangkan hasil konsultasi dengan ustadz membolehkan karena memang kondisi kerja di negara non muslim memang begini resikonya jika tak beruntung. Akhirnya, Ami memilih menjalani dulu sembari melihat perkembangan.
Ketika ketakutan akan si kaki empat benar-benar hadir di tempat kerjanya dan menjadi nyata, keajaiban pun terjadi. Ami seperti terhipnotis keimutan dan keunyuan si anjing, chong shu kau, jenis anjing pemorian yang mungil seperti marmut. Bahkan lopan mengatakan kalau si Chong Shu Kau dulunya adalah anjing korengan nan penyakitan dan yatim piatu pula, maka lopan mengadopsinya dari pusat penyelamatan hewan peliharaan di daerah Wan Chai. Lopan juga menggaris bawahi kalau si anjing sudah bebas rabies.
"Anjing itu yatim piatu. Dulunya korengan dan penyakitan. Tapi sekarang sudah sehat sentosa dan bebas rabies, aku jadi tergaru" jelas Ami kepada teman-temannya termasuk pada penulis.
Dikatakannya pula, dalam hatinya mulai tumbuh benih-benih rasa. Dan dengan suka rela, dia merawat anjing sebagaimana kewajibannya ngungyan di kampung keduanya, di Hong Kong tercinta.
Ah, Ami benar-benar jatuh cinta (kepada anjing piaraan lopannya).
Sinna Hermanto.






