[Nekad Blusukan] Sam Tung Uk: Hong Kong Tempo Doeloe
"Sam Tung Uk Museum, komplek perumahan tempo doeloe ala Hong Kong ini merupakan salah satu situs sejarah peninggalan masa lampau yang menggambarkan kehidupan masyarakat Hong Kong, khususnya masyarakat klan Hakka (marga Chan) yang berasal dari propinsi Guang Dong, China. ," lanjutnya.
[Nekad Blusukan] Lei Yue Mun, Eksotisme Wisata Kampung Nelayan
Orang bilang: foto-foto cantik itu biasa, foto-foto ekstrem itu barulah luar biasa.
[Nekad Blusukan] Sheung Wan: Pusat Graffiti di Hong Kong
Tai Ping Shan merupakan daerah Sheung Wan bagian atas. Area ini terkenal sebagai tujuan pecinta seni dengan aneka galeri serta barang-barang antiknya. Sehingga tak salah jika Sheung Wan menjadi salah satu pusat grafiti di Hong Kong.
[Nekad Blusukan] Plesir ke Pacitan
Pantai Teleng Ria berada di teluk Pacitan. Ini adalah salah satu pantai yang menjadi jargon tanah kelahiran presiden SBY. Tanah berumput hijau terhampar luas sebelum mencapai bibir pantai. Bunga bakung ungu menyembul di antara rerumputan itu. Ada juga segerombol pohon cemara jarum dan tunas kelapa yang mesih rendah. Wow, indah bukan buatan.
[Nekad Blusukan] Hong Kong Rasa Kanada
Sweet gum bukanlah mapel. Bentuk daunnya ada yang menjari 3, 4 dan 5. Ukurannya pun berbeda sesuai dengan musim di mana pada musim semi, daunnya lebih lebar.
2020-05-08
Hiking Tipis-Tipis ke AP LEI CHAU
2020-05-01
Jelajah Tai Tam Reservoir - Mount Parker
Hong Kong (HK) memang terkenal dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Namun, HK memiliki banyak pemandangan alam maupun taman dan Ruang Terbuka Hijau yang bisa kita jadikan tujuan libur untuk membunuh kebosanan setelah seminggu bekerja. Pemandangan yang memesona, alam yang asri, dan udara yang sejuk akan membuat kita lebih segar. Sehingga, kita bisa melakukan aktivitas selama seminggu ke depan dengan lebih semangat.
Lagi, kita akan berjalan santai dari bendungan 'Tai Tam Reservoir' ke 'Mount Parker'. Trek ini bisa dibilang lumayan jauh dengan jarak sekitar 8 km dan dapat ditempuh sekitar 2,5 tanpa foto-foto. Sebagian orang lokal membawa binatang peliharaan atau kereta bayi menyusuri trek ini. Di beberapa titik, kita akan menemukan area BBQ, yang mana sebelum adanya pandemic COVID-19, area BBQ ini sangat ramai. Baik oleh warga lokal maupun warga pendatang dari Indonesia maupun Filipina. Mengutip laman afcd.gov.hk, Departemen Pertanian, Perikanan dan Perlindungan Alam (AFCD) menutup area BBQ dan area berkemah selama 14 hari, terhitung mulai 28 April - 11 April 2020.
FYI (for your information), Tai Tam Reservoir merupakan bendungan tertua dan terluas kedua yang dibangun di HK island bagian timur tepatnya di Tai Tam Country Park. Bendungan ini dibangun oleh pemerintah kolonial Inggris tahun 1883-1888 dengan kapasitas sekitar 1,1 juta kubik air. Setelah melalui perluasan beberapa kali, bendungan ini mampu menampung sekitar 388 juta kubik air. Sehingga, kebutuhan air di HK island bisa dipenuhi.
Rute Hiking.
- Dari MTR Sai Wan Ho exit A, kita naik bus nomor 14 dan turun di Tai Tam Country Park, Tai Tam Road. Di seberang pemberhentian bus terdapat toilet dan mesin penjual minuman. Di sana adalah titik awal trek.
- Terus berjalan dan ikuti arah penanda Wong Nai Chung - Wong Nai Chung Gap Road.
- Kemudian ikuti penanda Quarry Gap, ikuti lagi penanda bertuliskan 'distance post' H062, H061, H060. Setelah itu kita akan menemukan arah menuju Mount Parker. Dari sini, kita bisa kembali pulang menggunakan MTR dari Quarry Bay exit A.
Note: Kita juga bisa memilih jalur/ trek sebaliknya dari Mount Parker ke Tai Tam Reservoir.
Happy holiday.
Ref :
- hongkonghikinglover.com https://hongkonghikinglover.com/2018/04/23/tai-tam-reservoir-hike-to-mount-parker/
- hongkongliving.com https://hongkongliving.com/lifestyle-kids-and-family-best-stroller-friendly-walks-in-hong-kong/
2020-04-26
Yang Harus Disiapkan dan Dilakukan Saat Karantina Mandiri karena COVID-19
2020-04-24
TETAP BUGAR SELAMA PUASA RAMADHAN DI RANTAU
- Tidak Melewatkan Sahur
- Segera Berbuka Puasa
- Banyak Minum Air Putih, Sayur dan Buah
- Melakukan Olahraga Ringan
2020-04-17
WOW, ADA LANDASAN HELIKOPTER DI PUNCAK TERTINGGI KOWLOON (飛鵞山)
Ref:
- http://www.hongkonghikes.com/2018/10/safest-easiest-short-route-to-kowloon.html
- http://unseenhongkong.com/2017/02/suicide-cliff-hong-kong-kowloon-peak/
- https://en.wikipedia.org/wiki/Kowloon_Peak
2019-11-13
Bengkel Mobil Yang Berubah Menjadi TPQ
![]() |
| Suasana Sholat Tarawih di bengkel /TPQ |
![]() |
| Buka bersama |
Eat, Pray, Love (sekuel sepenggal cerita dari Singaraja)
"Pokok e metu," ucapnya.
"Pokok e metu apa pokok e karo aku?" sahutque menggodanya.
"Trus aku kudu jawab apa?"
Aque sih
Filosofi Kopi Sachetan
"Kamu tahu filosofi kopi..."
"Oh... film yang dibintangi oleh Chicco Jerikho, Rio Dewantara dan Julie Estele ya?" Buru-buru kupotong kalimatnya. "Itu kan diangkat dari Kumcernya Dee. Dia dapet penghargaan sebagai karya sastra terbaik tahun 2005 dari majalah Tempo loh." Jawabque jumawa.
"Etdah, komplit bener infonya. Bukan tentang film itu. Tapi tentang filosofi kopi sachetan, Dedekkk." Apalagi sih maksudnya, mana didedek-dedekin pula. "Jadi, filosofi kopi sachetan itu mirip kayak aku. Kadang menghangatkan, kadang memuakkan." #plakkk
Dia tertawa penuh kemenangan atas
Aque sih diam aja sambil ngunyah nasi. Kemudian mataque memerhatikan kelakuannya. Kalo bisa digambarkan dalam satu kata, dia itu FREAK. Jadi pantas saja kalau kelakuannya aneh-aneh. Lah gimana nggak aneh, segelas
"Mau?" tanganque menyodorkan moccachnino tadi. Dia menggeleng. Ekspresi antara kekenyangan dan sayang membuang makanan tergambar jelas di wajahnya. Ciyaaaan deh. Aque hanya memerhatikan dia yang susah payah menghabiskan makanannya.
Eat, Pray, Love
Karena kepagian, penjaga tiket belum ada sehingga kami masuk tanpa biaya. Lagipula, di pantainya juga belum banyak orang. Kami puasss banget menikmati alamnya, udaranya, ombaknya, pantainya, suasananya, viewnya, semuanya. Jadi gini, gaes-gaes sekalian. Padang-padang beach yang juga dikenal sebagai Labuansait ini pernah jadi tempat syuting film Hollywood dengan judul Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Robert, yang diangkat dari novel best seller karya Elisabeth Gilbert. Novel ini menceritakan tentang perjalanan pencarian jati diri seorang perempuan, Liz (Julia Robert), ke Italia, ke India lalu ke Bali, sehingga ia menemukan cinta sejatinya, Felipe, seorang pria Brazil. Gitu. Fiuhhh, cepek juga mendongeng buat gaes-gaesque semua.
Mentari yang meninggi dan gerah yang mulai melanda, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke pura Uluwatu. Karena tidak ada kepentingan di pura dan kami juga bukan penganut agama Hindu, kami hanya berkeliling-keliling saja. Nah, ketika di rest area yang menyediakan tempat untuk duduk-duduk, dia mulai mengeluarkan snack dari dalam ranselnya, seekor
Aque sempat mendengar turis berbicara bahasa China. Dia memperjelas bahwa turis tadi berbicara bahasa Kantonis, bahasa keduanya setelah bahasa Indonesia. Hanya saja dia enggan show off kemampuannya.
"Akan ada waktunya kamu mendengar aku ngomong pakai Kantonis. Di tempat mbakku, di kampung Kantonis, mungkin."
Ah, epret.
Ya udah, kalo kamu nggak mau, biar aque aja. Mumpung ketemu orang Arab dan aque sendiri juga orang 'arap' (arap maklum, arappati nggenah), ya udah, ngobrol ngalor ngidul nggak jelas. Yaaa, sekalian tes mental dan tes 'grammar'. Hawong kadang aque selingi obrolan pakai bahasa Arab sama dia, dianya nggak paham. Makanya, memanfaatkan momen ketemu native Arabic. Yaaa, azaz kebermanfaatan gitulah. Memanfaatkan ilmu untuk disampaikan walau satu kata atau satu kalimat. Nyatanya, dia nggak kuat mendengar obrolan dalam 'bahasa planet'. Akhirnya dia mlipir dan menjauh dari rumpun bougenfil tempat kami berteduh dari teriknya matahari, kemudian membuat dokumentasi/ stok foto tebing Uluwatu. Saking asyiknya, dia sampai tidak sadar ketika aque kageti. Haha, skor 1:0.
Sensasi Asyique berduaan di atas Motor
Aque ngegas-ngopling dengan rasa lapar dan kesal yang mendera. Ya kan dari tadi aque belum makan nasi dan perut Indonesiaque masih meronta-ronta minta diisi. Ditambah dia baca petanya 'yaaa, gitu deh' alias terlalu lambat instruksinya. Malah cepetan aque liat rambu lalulintas! BIANGKEL kuadrat.
Tapi, ya udahlah. Suasana mencair lagi dengan seketika saat aque bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Aque memintanya mendoakanku bisa beli mobil
"Ngapain beli mobil? MOBILang apaaaa akunyaaa?" Nah kan, nah kan, kumat lagi alaynya.
"Wisto, Mbok. Dongakne aku."
"Tau nggak, sensasi naik motor itu asyique. Sini saya kasih contoh.
- Coba deh elus-elus dengkul
cewekmu pas macet atau saat nunggu lampu merah. Kelihatan modus sih tapi
bikin cewek berdebar-debar loh. Belum lagi gas-kopling-gas-kopling,
ngegas-selaaawww-ngegas-selaaawww, yang bikin tangan kejang itu membuat
helm jedot-jedotan. Nggak marah, kan? Malah romantis. Belum lagi kalo kamu
beruntung punya cewek yang 'massa depan'nya
besarberat. Beuggghhh, menang banyak kamu. Pasti kamu menikmati banget sensasi ngganjel itu. Awas aja tanya: "Ganti ukuran bra, ya? Kok beda?" #plak - Nih misalnya lagi berantem dan
ngambeg-ngambegan di atas motor, cewekmu duduknya munduuur sampai ujung
jok, di atas plat motor, trus kamunya duduk majuuu sampai depan stang,
pasti kalian ketawa bareng. Ngambeg selesai dengan indah. #ngakakkejang
- Ini yang sering kamu keluhkan
ketika aku hanya menjawab ha-he-ha-he saat kita ngobrol. Padahal kamu udah
kenceng ngomongnya. Itu loh aku udah ngedeketin kupingku di wajahmu
biar aku jelas dengernya. Udah, yang ini jangan tanya sensasinya. #eakk
- Apalagi cewekmu berukuran mini
yang apabila mau naik, kudu pegangan pundak atau pinggang. Kalo dia udah
naik, kamu bisa tanya: "Udah? Kalo udah, kayuk turun".
Becanda retjeh gini udah bikin kembut-kembut,
taukkk. #ngakakkejang
- Belum lagi semesta mendukungmu
dengan memberi cuaca yang lumayan dingin. Kamu bisa nge-treat cewekmu
dengan menarik tangannya lalu kamu masukkan ke kantong jaket atau hoodie
yang kantongnya nyambung itu. Udah, nggak usah tanya lagi endingnya.
Anget. Angetnya sampai ke hati. #eh
Bisa ae nih tutup dandang cilok ngebucin. Tapi, emang bener sih yang dia omongin. Beli sesuatu apalagi barang beginian kalo cuma ngejar gengsi biar diliat strata / status sosial naik mah buat apa? Cuman... karena kita udah sampai warung langganan, aque nggak menanggapi cerita-cerita asyique boncengan sama cewek di atas motor.
Begitu turun, dia minta menu yang sama denganku. Dia sendiri nyebrang ke toko depan untuk membeli jepitan baju.
Dari sini aque mulai paham kalau dia itu sebenarnya makannya gampang cumin kadang agak picky alias milih-milih. Begitu juga minumnya. Saat dia menghadap piringnya, dia menaruh telur goreng di piringque.
"Kamu aja yang makan. Udah ada ikan (teri). Telur dan ikan sama-sama sumber protein. Aku nggak mau berlebihan." Gila, gini aja dihitung. Ribet amat hidupmu, mbok.
"Minum apa?" tanyaque.
"Jerman."
"Nggak pakai es?" Dia menggeleng.
OK, akhirnya aque memesan jus alpukat dan segelas jerman (jeruk manis) hangat. Dia bilang, jarang-jarang minum es karena khawatir bakal kena batuk atau pilek bahkan demam. Dia hanya minum es kalau es batunya buatan sendiri.
Begitu waktu makan selesai, terlihat piringnya bersih dari nasi serta sayur dan hanya menyisakan sambel teri. Aque cemilin dah tuh sambel. Aque ketawa aja liat ekspresi kagetnya. Di sana seolah-olah tertulis kalimat :
Akhirnya, aque tatap aja balik. Biar mataku ini menjawab voice overnya :
Aque mengantarnya kembali di tempat kita ketemu tadi pagi. Sepertinya dia enggan pulang secara dia pengen makan roti bakar. Gimana mau nuruti kemauan dia, lah saudaraque sudah menunggu di rumah dengan perut
Dia turun dengan terpaksa. Kami berpisah. Dan entah kapan lagi momen seperti ini akan ada lagi. Doakan saja ya, gaesss.
***



















